4 Komponen Kunci Proses Penilaian Psikologis Normal dan Rutin

Istilah penilaian psikologis dapat didefinisikan sebagai evaluasi seorang individu oleh seorang psikolog yang berkualitas dan terampil untuk menentukan layanan kesehatan mental yang diperlukan. Sejumlah orang secara khusus dirujuk untuk tes khusus dan proses penyaringan kesehatan mental. Pada saat yang sama, banyak orang harus menjalani pemeriksaan untuk pekerjaan, pendidikan, dan tujuan hukum. Sebagian besar psikiater berpengalaman menentukan mode dan proses evaluasi dengan mengamati perilaku dan kecenderungan individu. Biasanya, tujuan dan metode penilaian mental bervariasi dari satu orang ke orang lain. Tetapi sebagian besar psikolog berkonsentrasi pada beberapa komponen kunci, terlepas dari format penilaian psikologis.

Wawancara: Sebagian besar psikolog lebih suka mengamati klien mereka selama wawancara pribadi. Mereka hanya berbicara kepada individu untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan latar belakang dan keadaan pikiran saat ini. Ketika orang yang diwawancara menjawab pertanyaan, profesional sangat memperhatikan petunjuk verbal dan non-verbalnya. Tanggapan dari orang yang diwawancara juga dievaluasi berdasarkan nada dan infleksi suaranya. Biasanya, psikolog mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pertanyaan, situasi dan pernyataan spesifik. Berdasarkan cara wawancara menanggapi pertanyaan spesifik, psikolog menentukan langkah dan ukuran yang diperlukan. Namun, penilaian psikologis dapat dilakukan melalui wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.

Pengamatan Formal: Serupa dengan mewawancarai klien mereka, banyak psikolog juga lebih suka mengamati orang tersebut secara formal. Perilaku yang disengaja dan tidak disengaja dari individu dapat menunjukkan kesehatan mentalnya kepada psikolog. Namun, orang tersebut dapat diamati secara formal dengan atau tanpa pemberitahuan atau pengetahuan sebelumnya. Para profesional juga secara khusus mengamati bagaimana seorang individu berperilaku dalam keadaan tertentu, dan juga berinteraksi dengan orang lain. Beberapa psikolog bahkan lebih memilih metode penyaringan kesehatan mental ini untuk wawancara. Sambil mengamati individu para psikolog profesional dapat menentukan layanan kesehatan mental yang diperlukan.

Tes Psikologis: Seringkali penilaian psikologis profesional juga terdiri dari serangkaian tes formal. Tes psikologi ini digunakan sebagai media yang efektif untuk mengukur kesehatan mental dari basis individu pada kecerdasan, bakat, dan bakatnya. Biasanya, seorang individu harus melalui serangkaian tes untuk mengukur kepribadiannya, kecerdasan quotient (IQ), kemampuan dan preferensi. Setelah setiap tes, psikolog mengumpulkan informasi dan data spesifik. Informasi dan data yang dikumpulkan setelah tes psikologi individu digabungkan untuk mengevaluasi kesehatan mental orang tersebut. Namun, beberapa tes secara khusus dilakukan untuk menghilangkan layanan kesehatan mental tertentu.

Penilaian Informal: Selain wawancara formal, observasi dan tes, banyak psikolog juga suka melakukan penilaian psikologis informal. Seorang psikolog biasanya memutuskan perlunya penilaian informal hanya setelah mengevaluasi informasi dan data yang dikumpulkan melalui metode formal. Psikolog juga bertemu individu yang bersangkutan secara langsung untuk menentukan layanan kesehatan mental tambahan yang dibutuhkan olehnya. Teknik penilaian informal umumnya diterapkan untuk anak-anak. Berdasarkan informasi dan data yang dikumpulkan dari orang tua, seorang psikolog memutuskan layanan lebih lanjut yang dibutuhkan oleh anak.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *